pilihan +INDEKS
Sambut Puasa, Togak Tonggol Tradisi Masyarakat Melayu Riau yang Dikemas saat Balimau Potang Mogang
PEKANBARU, acuannews.com - Banyak tradisi masyarakat Melayu Riau dalam menyambut datangnya bulan puasa. Satu diantaranya peristiwa adat yang bersanding dengan aktivitas masyarakat dalam menyambut bulan Ramadhan, yaitu Togak Tonggol.
Pelaksanaan Togak Tonggol ini bersamaan Balimau Potang Mogang. Tonggol adalah marwah suku yang tidak boleh diperlakukan sembarangan atau ditegakkan setiap saat tanpa sebuah upacara adat dan persetujuan suku. Tegaknya tonggol juga menjadi penanda bahwa anak-kemanakan yang berada dalam lindungan pemuka adat berada dalam hubungan yang harmoni. Tradisi ini sendiri dilakukan bagi masyarakat Melayu Pelalawan, Riau.
"Tradisi masyarakat Melayu Riau itu dalam menyambut bulan puasa itu ada bermacam-macam. Seperti Balimau Kasai (Kampar), Balimau Potang Mogang, Balimau Sultan (Pelalawan), Petang Balimau (Pekanbaru) dan lainnya. Itu penyebutannya saja yang berbeda, namun tujuannya sama membersihkan diri sebelum puasa," kata Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen, Senin (11/3/2024).
Yoserizal mengatakan, biasanya tradisi tersebut disertai dengan antraksi. Seperti di Batu Belah Kampar ada arak-arakan perahu hias. Di Pekanbaru juga ada tradisi lepas bebek. Kemudian di Pelalawan juga ada disertai Togak Tonggol.
Khusus untuk Togak Tonggol, Raja Yose menyebut, tradisi ini merupakan tradisi penting dalam pebatinan Petalangan kurang oso tigo puluah Kabupaten Pelalawan. Keberadaannya merepresentasikan kehidupan dan keberadaan orang Petalangan dengan sistem adat yang dipertahankan sebagai pedoman kehidupan sehari-hari.
"Hal ini selaras dengan dinamika kebudayaan, betapa pun nilai-nilai asas perlu dipertahankan namun aplikasinya harus menyesuaikan kondisi lingkungan yang terus berubah," sebutnya.
Lebih lanjut Raja Yose menjelaskan, Tonggol adalah sebutan untuk alat kebesaran adat di Langgam, di wilayah Petalangan yang berada di bawah naungan Datuk Rajo Bilang Bungsu.
"Bentuknya seperti bendera dengan warna-warna tertentu. Tonggol dimiliki oleh perangkat adat yaitu batin, penghulu, dan ketiapan (pembantu batin). Tonggol diwariskan secara turun temurun dan menjadi alat kebesaran. Setiap tonggol disimpan di rumah suku dari pejabat adat yang menjabat atau disebut dengan rumah soko," terangnya.
Warna-warna pada Tonggol memiliki makna-makna yaitu hitam melambangkan adat, putih melambangkan alim ulama, kuning melambangkan raja, merah melambangkan hulubalang, dan hijau melambangkan rakyat.
"Jadi tradisi Togak Tonggol juga sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Pemerintah melalui Kemendikbudristek pada tahun 2020," sebutnya.
Raja Yose menyebut, dalam perayaan Togak Tonggol bersamaan dengan Balimau Potang Mogang, ketika ada togak masyarakat adat yang tidak naik, maka dipercaya ada masalah di masyarakat adat tersebut.
"Biasanya ada dendanya tergantung berat tidaknya, kalau berat itu dendanya bisa potong kerbau atau kambing," pungkasnya. (mc riau/amn).
(Mediacenter Riau/amn)
Berita Lainnya +INDEKS
Tabligh Akbar Sambut Ramdhan 1447 H, Berjalan Sukses, Lancar, Pemkab Kampar Apresiasi Polres Kampar
Bangkinang Kota - Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1447 H, Bupati Kampar H, Ahmad Yuzar.
Sambut Ramadhan 1447 H, Bupati Kampar Terbitkan Surat Edaran Aktivitas Selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M
Kampar – Dalam rangka menyambut dan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijr.
Balimau Kasai Event Wisata Religi Kabupaten Kampar, Bupati Kampar : Jadikan Sebagai Event Tahunan Dan Wisata Alternatif
Kampar Utara, Diawali dengan Bailiu (Berhilir) dari Desa Pulau Kecamatan Bangkinang, yang kemudia.
Prestasi Membanggakan, Ratu Morraya Fonaentin resmi Dinobatkan sebagai Winner serta Favorit Puteri Pelajar Riau 2026
Bangkinang Kota - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Bumi Lancang Kuning. Rat.
Plt. Kasatpol PP Kampar Dampingi Kapolda Riau ke XIII Koto Kampar Tinjau Pembangunan Jembaban
XIII KOTO KAMPAR - Guna memastikan kesiapan pembangunan jembatan yang dilaksanakan oleh Satuan Tu.
Bersama Bupati Kampar, Plt. Kasatpol PP Kampar Turun langsung dalam Penertiban Balap Liar
BANGKINANG KOTA - Dalam menjalankan Peraturan Daerah tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Sa.





.jpg)

