pilihan +INDEKS
Neraca Perdagangan Riau Bulan September 2021 Surplus US$ 1,55 Miliar
PEKANBARU - Neraca Perdagangan Riau bulan September 2021 surplus sebesar US$ 1,55 miliar, dengan demikian kumulatif selama Januari - September 2021, surplus sebesar US$ 13,45 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin mengatakan bahwa surplus ini terjadi lantaran peningkatan pada kinerja ekspor lebih tinggi dibanding peningkatan pada kinerja impor.
"Neraca Perdagangan atau Neraca Ekspor Impor Provinsi Riau bulan September 2021 mengalami surplus sebesar US$ 1,55 miliar yang dipicu oleh surplus pada sektor non migas sebesar US$ 1,51 miliar dan sektor migas sebesar US$ 40,80 juta. Dari sisi volume perdagangan, pada bulan September 2021 Neraca Perdagangan Provinsi Riau mengalami surplus sebesar 1.726,95 ribu ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor non migas sebesar 1.679,91 ribu ton dan sektor migas sebesar 47,04 ribu ton," kata Misfaruddin di Pekanbaru, Jumat (15/10/2021).
Ia merincikan bahwa nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan September 2021 sebesar US$ 1,67 miliar atau mengalami penurunan sebesar 24,04 persen dibanding ekspor bulan Agustus 2021 sebesar US$ 2,20 miliar.
"Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 41,61 persen dan 23,36 persen. Ekspor migas dari US$ 81,84 juta pada bulan Agustus 2021 turun menjadi US$ 47,79 juta pada bulan September 2021, demikian juga ekspor non migas dari US$ 2,20 miliar pada bulan Agustus 2021 turun menjadi US$ 1,67 miliar pada bulan September 2021," jelasnya.
Sedangkan selama Januari - September 2021, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 51,41 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 332,93 persen dan 41,38 persen.
"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah dan ekspor industri pengolahan hasil minyak masing-masing sebesar 1.085,42 persen dan 31,47 persen," ungkapnya.
Lalu, nilai impor Riau berdasarkan harga Cost Insurance and Freight (CIF) pada bulan September 2021 mencapai US$ 115,33 juta atau mengalami penurunan sebesar 12,49 persen dibanding nilai impor Agustus 2021 yang mencapai US$ 131,79 juta. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya impor non migas sebesar 15,02 persen meskipun impor migas mengalami kenaikan sebesar 62,25 persen.
"Selama Januari-September 2021, nilai impor Riau mencapai US$ 1,02 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang besarnya US$ 1,01 miliar. Kenaikan impor ini disebabkan oleh naiknya impor non migas sebesar 2,20 persen, meskipun impor migas turun sebesar 14,31 persen," jelasnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Empat Regu Manggala Agni Dikerahkan untuk Tuntaskan Karhutla di Bengkalis
BENGKALIS – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di s.
Antisipasi Kemarau Panjang El Nino, Pemprov Riau Turunkan Tim ke Daerah
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan terhada.
Mendagri Imbau Daerah Jaga Stabilitas Meski Inflasi Turun
PEKANBARU — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa infl.
Safari Ramadan di Rengat, Pemprov Riau Salurkan Sejumlah Bantuan
RENGAT - Pemerintah Provinsi Riau menyalurkan berbagai bantuan kepada masya.
Berkah Ramadan, Pemprov Riau Salurkan Bantuan Rp30 Juta untuk Masjid Al Ikhlas
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menggelar Safari Ram.
Didominasi Konsultasi, 27 Pekerja di Riau Adukan Nasib THR ke Dinas Tenaga Kerja
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Tenaga K.







