
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2026 ini mengusulkan 29 titik lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Usulan pembangunan KNMP tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelautan dan perikanan di Provinsi Riau.
"Tahun ini kita mengusulkan pembangunan KNMP di 29 titik. Proposalnya sudah kita sampaikan ke KKP. Kita berharap tahun ini bisa terealisasi, tapi kalau tidak untuk tahun 2027," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, Indra Putra, Rabu.
Untuk calon 29 lokasi KNMP sendiri sudah diusulkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kota. Titik KNMP itu tersebar di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Kota Dumai dan Pekanbaru.
Indra Putra mengatakan, saat ini Provinsi Riau baru mendapat satu titik bantuan pembangunan Kampung KNMP dari KKP RI. Lokasi pembangunan berlokasi di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
"Pembangunan KNMP di Desa Pambang Pesisir itu menggunakan APBN, saat ini tengah tahap pengerjaan. Progresnya sedang pembangunan pagar, gapura dan tangki air. Perkiraan nanti di bulan Juni sudah siap pembangunannya," terangnya.
Indra Putra menjelaskan, pembangunan KNMP dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir untuk mentransformasi ruang hidup dan sosial masyarakat kelautan dan perikanan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, mendorong kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat melalui social engineering.
"Program pengembangan KNMP ini dilaksanakan melalui penyediaan dan perbaikan sarana serta prasarana di kawasan pengembangan perikanan," sebutnya.
Adapun fasilitas KNMP yang dibangun antara lain: Tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es, bengkel nelayan, kios perbekalan, balai pertemuan, bangunan sentra kuliner dan lain sebagainya.