PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri untuk terus merawat keberagaman dalam setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam Perayaan Natal Agung Oikumene Umat Kristiani, ASN, TNI, dan Polri Provinsi Riau Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Kamis (15/1/2026).
Momentum Natal Oikumene ini dimaknai sebagai ajang memperkuat persatuan dan kebersamaan lintas sektor di tengah kemajemukan Provinsi Riau. Melalui kegiatan ini, Pemprov Riau menegaskan komitmennya dalam menjaga toleransi, kerukunan antarumat beragama, serta stabilitas sosial sebagai fondasi utama pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, menyampaikan harapannya agar perayaan Natal Agung Oikumene dapat memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Riau. Ia menegaskan bahwa aparatur negara memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial melalui sikap inklusif dan pelayanan yang berkeadilan.
"Natal Oikumene ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dijaga bersama. ASN, TNI, dan Polri memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan yang adil, humanis, dan berintegritas bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perayaan Natal Oikumene tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan dan persatuan daerah. Menurutnya, semangat kebersamaan dan toleransi perlu terus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata aparatur negara.
“Saya berharap semangat Natal ini kita wujudkan dalam kerja nyata, baik di ruang pelayanan publik maupun di tengah masyarakat, sehingga tercipta suasana yang aman, damai, dan harmonis di Provinsi Riau, "ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menilai Perayaan Natal Agung Oikumene sebagai wadah mempererat kebersamaan dan soliditas lintas sektor di Provinsi Riau. Ia menyebutkan bahwa nilai-nilai kedamaian dan persatuan yang terkandung dalam perayaan Natal sejalan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Situasi daerah yang aman dan kondusif hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat saling menghormati dan menjaga persatuan. Kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus bersinergi dalam merawat toleransi serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Riau,” tutupnya.